Pentingnya Pemahaman Mahasiswa Hukum terhadap Legal Tech di Era Digital

Perkembangan teknologi membawa perubahan besar, termasuk dalam cara firma hukum bekerja, advokat berkomunikasi, hingga pengadilan menjalankan sistem peradilan. Kehadiran legal tech telah mengubah wajah dunia hukum secara drastis. Oleh sebab itu, pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal tech menjadi sebuah keharusan. Dengan demikian, generasi baru calon praktisi hukum dapat mengikuti perkembangan, meningkatkan kompetensi, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. Tanpa pemahaman yang baik, mereka akan tertinggal, baik secara pengetahuan maupun kompetensi praktis.
Apa Itu Legal Tech?
Legal tech adalah penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas dalam praktik hukum. Teknologi ini tidak berkaitan langsung dengan substansi hukum, tetapi fokus utamanya adalah operasional hukum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi layanan hukum, akurasi kerja hukum, dan mengotomatisasi proses-proses hukum tertentu.
Dampak Teknologi terhadap Karir di Dunia Hukum
Dilansir dari Todays Conveyancer (2021), penelitian yang dilakukan oleh University of Oxford menemukan bahwa penggunaan teknologi telah melonjak. Sebanyak 87% firma hukum menggunakan konferensi video untuk bertemu klien dan 66% firma menyimpan data di cloud.
LexisNexis menyatakan bahwa bisa dibilang legal tech ini berkontribusi pada penutupan firma hukum yang gagal beradaptasi dengan perubahan zaman. Kemudian, dengan adanya legal tech, tugas-tugas rutin yang sebelumnya dilakukan secara manual juga digantikan oleh software. Hal ini menunjukkan bahwa legal tech telah memengaruhi kehidupan para praktisi hukum, terutama advokat.
Seiring dengan perubahan ini, firma hukum kini mencari praktisi legal yang mampu menguasai alat-alat digital. Dengan demikian, mahasiswa yang memahami legal tech memiliki peluang lebih besar karena dapat langsung berkontribusi pada efisiensi operasional.
Mengapa Mahasiswa Hukum Perlu Memahami Legal Tech?
Berikut beberapa alasan mengapa pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal menjadi sangat penting:
- Ekspektasi Perusahaan dan Industri
Advokat modern diharapkan memiliki keinginan mengeksplorasi dan terbuka untuk menggunakan legal tech dalam memberikan layanan. Hal ini bertujuan agar advokat dapat menerapkan keahlian menggunakan legal tech sepanjang karier. Dengan begitu, advokat dapat bekerja lebih efisien yang akhirnya selalu memberikan layanan yang luar biasa dan menguntungkan klien. - Peluang Karir
Mahasiswa hukum yang menguasai legal tech akan lebih unggul karena dianggap lebih siap bekerja dengan teknologi. Selain itu, mereka juga tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan teknologi. - Persiapan Menghadapi Era Digitalisasi Hukum
Saat ini Indonesia telah menerapkan e-court dan digitalisasi proses peradilan. Jika mahasiswa hukum tidak terbiasa dengan legal tech sejak awal, maka akan kesulitan saat memulai praktik. - Membangun Kepercayaan Klien di Masa Depan
Klien saat ini semakin menuntut efisiensi dan transparansi. Oleh sebab itu, calon advokat yang terbiasa dengan legal tech bisa memberikan layanan yang cepat, akurat, dan aman di masa depan. Dengan demikian, klien akan lebih percaya saat menggunakan jasa advokat untuk kasus mereka.
Harapan Firma Hukum terhadap Mahasiswa Hukum di Era Teknologi
Firma hukum modern kini menaruh harapan besar pada generasi baru lulusan hukum. Mereka menginginkan calon advokat yang tidak hanya ahli dalam hukum. Namun, mereka juga menginginkan calon advokat yang mampu hal-hal dibawah ini.
- Menggunakan software manajemen hukum untuk mengurangi human error dan meningkatkan efisiensi.
- Menguasai komunikasi digital untuk konsultasi klien, seperti video conference.
- Memahami keamanan data hukum agar kerahasiaan klien tetap terjaga.
- Beradaptasi cepat dengan teknologi baru yang diterapkan di firma hukum.
Dengan kata lain, firma hukum mengharapkan mahasiswa hukum tidak hanya memahami dasar-dasar hukum, tetapi juga proaktif dalam mengintegrasikan legal tech ke dalam praktik hukum.
Konsekuensi Jika Mahasiswa Tidak Paham Legal Tech
Transformasi digital dalam dunia hukum sedang terjadi dalam skala besar, sehingga mereka yang tidak siap akan menghadapi hambatan dalam perjalanan kariernya. Oleh sebab itu, ketika mahasiswa hukum tidak membekali diri dengan pengetahuan legal tech, ada konsekuensi yang harus dihadapi. Berikut beberapa konsekuensi yang mungkin harus dihadapi di masa depan.
1. Tertinggal dalam Persaingan Kerja
Firma hukum modern tidak lagi hanya menilai kemampuan analisis hukum. Namun, mereka juga mempertimbangkan kandidat yang sudah terbiasa dengan teknologi, terutama penguasaan legal tech. Hal ini disebabkan oleh penerapan legal tech di firma hukum modern, sehingga mereka lebih memilih kandidat yang memiliki keterampilan legal tech. Dalam hal ini, kandidat yang memiliki pemahaman tentang legal tech dianggap mampu beradaptasi lebih cepat dengan alur kerja digital.
2. Sulit Beradaptasi di Lingkungan Profesional
Mahasiswa hukum yang tidak memahami legal tech akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi di lingkungan yang sudah digitalisasi. Hal ini terjadi karena mereka harus memahami teknologi dasar terlebih dahulu saat bekerja. Alih-alih fokus pada strategi hukum atau membangun relasi dengan klien, mereka justru harus menghabiskan waktu mempelajari dasar-dasar teknologi.
3. Bekerja Kurang Efisien
Efisiensi adalah salah satu kunci utama dalam industri hukum modern. Firma hukum modern saat ini memanfaatkan sistem digital manajemen hukum, otomatisasi, hingga AI untuk memangkas waktu kerja. Sementara itu, mahasiswa yang tidak memahami legal tech cenderung masih mengandalkan cara manual. Di sisi lain, rekannya sudah mampu menyelesaikan pekerjaan dengan efisien menggunakan teknologi. Akibatnya, produktivitas mereka akan jauh tertinggal.
4. Nilai Profesionalisme Berkurang
Klien masa kini semakin kritis serta menuntut layanan yang cepat, akurat, dan transparan. Jika mahasiswa tidak memahami legal tech, di masa depan berisiko dianggap kurang profesional.
5. Terbatasnya Peluang di Firma Hukum Modern
Banyak firma hukum yang mulai mengadopsi sistem digital manajemen kantor hukum dan bekerja sama dengan penyedia software legal tech. Laporan dari Thomson Reuters memperkirakan teknologi akan memiliki dampak tinggi terhadap pekerjaan mereka dalam 5 tahun ke depan. Hal ini menandakan permintaan akan keterampilan teknologi di kalangan advokat semakin kuat. Dengan begitu, kebutuhan akan lulusan hukum yang memahami legal tech juga meningkat.
Konsekuensi ini menunjukkan bahwa mahasiswa hukum perlu segera menyadari bahwa pemahaman tentang legal tech bukan lagi pilihan. Saat ini pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal tech adalah kebutuhan mutlak.
Cara Mahasiswa Mempelajari Legal Tech
Pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal tech tidak bisa dibangun hanya dengan teori. Dunia hukum modern menuntut mereka untuk aktif mencari pengalaman, mengeksplorasi teknologi terbaru, dan mengasah keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri hukum. Dalam hal ini, mengembangkan pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal tech dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan.
1. Riset Mandiri
Mahasiswa hukum harus mencari tahu sendiri tentang legal tech. Hal ini dapat dilakukan dengan riset melalui internet, termasuk situs web firma hukum dan penyedia software manajemen hukum seperti Legal Plus. Melalui riset ini, mahasiswa dapat memiliki pandangan tentang apa itu legal tech, kapan itu penting, arahnya, manfaatnya, bagaimana cara menerapkannya, dan keterbatasannya.
2. Mengikuti Seminar, Webinar, dan Diskusi Terbuka
Banyak universitas maupun organisasi profesi hukum yang bekerja sama dengan penyedia software manajemen hukum untuk menyelenggarakan seminar, webinar, dan diskusi terbuka tentang legal tech. Kegiatan ini menjadi ruang interaktif untuk bertanya langsung pada praktisi maupun akademisi. Selain itu, forum diskusi juga membuka kesempatan untuk membangun koneksi dengan mahasiswa lain dan profesional hukum yang memiliki minat serupa. Sebagai penyedia software manajemen hukum, Legal Plus telah melakukan hal ini untuk mendukung transformasi digital di industri hukum.
3. Mengikuti Perkembangan Legal Tech
Legal tech terus berkembang, sehingga mahasiswa hukum perlu rutin mengikuti perkembangannya. Mulai dari sistem manajemen hukum digital hingga AI dalam legal research. Mahasiswa hukum bisa membaca studi kasus dan memantau perkembangan startup legal tech. Dengan begitu, gambaran bagaimana legal tech diterapkan dalam praktik hukum bisa didapatkan.
4. Mempelajari Etika Digital dalam Praktik Hukum
Mahasiswa hukum juga wajib mempelajari etika digital. Mulai dari menjaga kerahasiaan data klien, prinsip keamanan siber, hingga isu etika terkait penggunaan teknologi dalam praktik hukum. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan hukum modern. Tantangan ini tidak hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga integritas dan profesionalisme.
5. Kompetisi Esai Mahasiswa Hukum
Kompetisi esai dengan tema legal tech bisa menjadi sarana untuk mengasah pemikiran kritis dan mengekspresikan ide-ide inovatif. Melalui kompetisi ini, mahasiswa dapat belajar menganalisis peran teknologi dalam praktik hukum secara mendalam. Selain itu, ini juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi wawasan dan ide mengenai legal tech.
Dari langkah-langkah tersebut, dapat dilihat bahwa pemahaman mahasiswa hukum terhadap legal tech bisa dibangun secara bertahap. Semakin cepat mahasiswa hukum memulai, semakin siap pula mereka menghadapi dunia hukum yang terus bertransformasi.
Pemahaman Legal Tech Wajib bagi Generasi Mendatang
Transformasi digital dalam dunia hukum tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, masa depan profesi hukum berada di tangan mereka yang mampu mengintegrasikan pemahaman hukum dengan kecakapan digital. Dengan memahami legal tech, mahasiswa hukum tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi tantangan profesi advokat modern. Namun, mereka juga ikut serta dalam membangun sistem hukum yang lebih efisien, transparan, dan terpercaya. Selain itu, pemahaman ini juga dapat membentuk generasi advokat yang adaptif, efisien, dan inovatif. Dengan demikian, memahami legal tech sejak di bangku kuliah merupakan investasi karier yang tidak boleh ditunda.
Briefly to Conclude:
- Legal Plus dan UIN Bandung Berkolaborasi dalam Mendukung Transformasi Digital Industri Hukum
- Legal Plus X PinterHukum: Hadirkan Webinar yang Membahas Strategi Mengelola Kantor Hukum dan AI-Ready bagi Kantor Hukum
- Seminar “Lawyer 4.0” di UIN SGD Bandung Bahas Transformasi Digital dan Manajemen Kantor Hukum Modern
- Strategi Branding untuk Membangun Reputasi Firma Hukum di Era Digital
- Mengapa Kantor Hukum Konvensional Perlu Mulai Beradaptasi dengan Legal Tech?
- Keterampilan Digital Advokat: Strategi Menghadapi Transformasi Hukum Modern